Langsung ke konten utama

GURU BUKAN LAGI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA PART 1


GURU BUKAN LAGI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA PART 1

(Noer Ar-Rasyid)



Assalamualaikum Sahabat tinta peradaban,
Bagaimana Kabarnya??? Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Tak lupa rasa syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan hidayah nya kita masih bisa merasakan banyak sekali nikmat-Nya. Kedua kalianya sholawat beriring salam kita haturkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW.

Tema kali ini kita akan membahas tentang makna guru. Suatu kata yang tidak asing dan tiba-tiba muncul sebuah sosok yang sangat luar biasa yang pernah hadir pada kehidupan kita sehingga menjadikan kita seperti sekarang ini.

Guru merupakan sosok yang sangat berperan dalam sebuah penciptaan peradaban. Bagaimana tidak, Seorang guru bagaikan nahkoda yang memberikan arah kepada seorang murid apa yang seharus nya dilakukan kemudian bagaimana membedakan mana yang baik dan buruk dll.
Mari kita simak Ayat berikut:



Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (31). “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (32).


Dari ayat diatas bahwa Allah SWT merupakan guru pertama bagi manusia dengan mengajarkan nama-nama benda yang ada di bumi ini. Kemudian Allah SWT terus memberikan pengajaran-Nya kepada rosul-rosul dan akhirnya disempurnakan pengajaran nya kepada Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci Al-Quran. Dengan pengajaran tersebut pun Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang uswah terbaik sepanjang masa baik dari segi akhlak, sosial, bermuamalah, kepala keluarga, kepala negara, guru dll. Dari sinilah kita memahami makna sangat penting dari seorang guru yaitu pengajar yang memahami cara mengajar dan apa yg harus diajarkan sehingga tercipta nya murid yang luar biasa.

Sebagai contoh lain pernahkah sahabat tinta peradaban membaca sejarah tentang pengajaran mental yang diberikan kepada Abdullah Ibnu Abbas dari Rosulullah SAW yaitu sebagai berikut :


Ya ghulam (Anak Laki-laki), maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna? Yakni, jagalah Allah SWT (ajaran-ajaran-Nya), engkau akan mendapati-Nya selalu menjaga engkau. Jagalah Allah SWT (hindari larangan-larangan-Nya), engkau akan mendapati-Nya selalu dekat di hadapan engkau.
Kenalilah Allah dalam sukamu, Allah akan mengenal engkau dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah hanya kepada Allah. Jika engkau memerlukan pertolongan, bermohonlah kepada Allah. Semua hal (kejadian) telah selesai ditulis.
Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa-apa yang tidak Allah takdirkan kepadamu, mereka tak akan mampu membantumu. Bila mereka berencana menghalang-halangi engkau dalam mendapatkan apa-apa yang Allah takdirkan untukmu, mereka pun tak akan mampu melakukannya.
Segala perbuatanmu, kerjakanlah dengan keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bersabar dalam musibah itu akan menemui hasil yang baik. Dan kemenangan itu dicapai dengan kesabaran. Kesuksesan sering melalui sebelumnya kesukaran. Dan kemudahan tiba setelah kesulitan
(HR Ahmad, Hakim, dan Tirmidzi).


Begitulah salah satu pengajaran yang sangat luar biasa sehingga Abdullah ibnu abbas tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai mental kokoh, cerdas dan menjadi seorang ulama besar yang meriwayatkan banyak sekali hadist.

Itulah sepenggal sejarah pengajaran yg diberikan Rosulullah SAW dan masih banyak lagi lainnya. Sehingga dari pengajaran yang diberikan lahirlah sebuah peradaban manusia yang mempunyai kualitas sangat luar biasa.

Namun bagaimana dengan sekarang Sahabat tinta peradaban??? apakah ada sebuah kesalahan dengan Substansi menjadi guru. Karena sejatinya ada banyak sekali pemuda yang telah menyelesaikan pendidikan nya namun kita sama-sama tahu bagaimana rusak nya generasi muda saat ini. Melihat dari sudut pandang kerusakan moral yang terjadi pada anak muda terbukti dengan banyak nya mereka terjerumus kepada narkoba, pergaulan bebas dan itu sudah menjadi berita umum dimata kita. Bahkan kerusakan dalam segi aqidah pun sudah banyak terjadi pada generasi muda.

Jadi apakah peran guru sekarang tak lagi bisa menghasilkan para generasi penerus yang mempunyai pribadi yang lurus, berakhlak dan cerdas???

Bagaimana menurut sahabat tinta peradaban???

Nantikan artikel kami tentang guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa part 2, insyallah akan kami kupas lebih mendalam.


Salam Literasi !!!
#TintaPeradaban
#PerbaikiGenerasiDenganLiterasi
#LuruskanNiat


Catatan kaki :
1.      Al-Quran
2.      Mukaddimah Ibnu Khaldun
3.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Adab seharusnya Kepada Kedua Orang Tua

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab adalah suatu bentuk tindakan terhadap orang lain, baik berupa tindakan buruk maupun tindakan baik. Adab kita kepada orang lain tentunya sangat perlu dijaga, terlebih adab kita kepada kedua orang tua kita.

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita, mereka orang yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang ini. Orang yang tidak pernah lelah mendidik, menjaga dan bahkan senantiasa memaafkan semua kesalahan yang kita perbuat. Oleh sebab itu perlu nya kita membalas budi mereka yang pada hakikatnya apa yang kita berikan tidak akan bisa membalas apa yang mereka perbuat kepada kita. Dalam hal yang paling kecil adalah bagaimana kita memperlakukan kedua orang kita atau bagaimana adab kita kepada beliau.

Dalam islam, adab kita terhadap kedua orang tua sangatlah diatur, bahkan sampai – sampai Allah mengaitkan hak kedua orang tua dengan hak diri-Nya yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Allah berfirman :
QS.A-Isra’ : 23 -24
Artinya :(23) Dan Tuhanmu t…

Bagaimana Menyambut Ramadhan ?

Bagaimana Menyambut Ramadhan ? Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamduillah, segala puji bagi Allah swt, Rabb bumi dan langit, yang maha mengetahui sesuatu yang ada di langit, di bumi, dan diantara keduanya, yang tampak maupun yang tidak nampak.
Apa kabar sahabat TiBan (Tinta Peradaban) ?
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt, dari semua hal yang bisa membatalkan keimanan kita kepada Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang berbuka dan berpuasa, shalat malam dan tidur, yang menegakkan daulah islamiyah dan meruntuhkan daulahberhala, yakni Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa teguh meniti jalan yang telah dicontohkan oleh beliau, agar kita semua bisa selamat sampai tempat tujuan yang sangat mulia, dan tidak ada tandingannya, yaitu Surganya Allah swt.
Allah swt berfirmam :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b…

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA Oleh : Yahya Abidurrahman


Keluarga merupakan satu diantara sekian banyak perhiasan dunia yang bandingannya tiada tara. Maka, Memiliki anggota keluarga yang lengkap merupakan dambaan setiap insan. Keluarga merupakan aset mahal, karena dari keluargalah peradaban dimulai dan dari keluargalah seseorang memiliki identitas social baik kedudukan ataupun pangkat yang akan dimiliki seseorang sehingga manusia yang hidup mampu mengenali dan bertahan hidup serta dihargai dan diterima dilingkungan sosialnya.

Terkadang betapa mahalnya keluarga sampai digambarkan oleh orang jawa dalam istilah yang sering kita dengar “mangan ora mangan sing penting kumpul” begitu pentingnya makna keluarga ketimbang sesuap makanan bagi suku jawa.

Disisi lain Keluarga merupakan institusi pertama (madrosatul ula) yang dikenal dan digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengenali dan mengenalkan serta untuk mengetahui dan memberitahu tentang pembelajaran dasar menyoal…