Langsung ke konten utama

Ramadhan Selesai, bukan berarti Ibadah Usai


Ramadhan Selesai bukan berarti Ibadah Usai
oleh : Zaid Al-Husna


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa Kabar sahabat Literasi ?

Alhamdulillah, semoga kita selalu dalam naungan Hidayah Allah SWT.

Ramadhan telah berlalu, dengan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, berupa kesempatan mendapati bulan Ramadhan,
Ramadhan telah berlalu, dengan semua ibadah yang telah kita lakukan sungguh-sungguh, dan berharap kita bisa mendapatkan ampunan yang Allah janjikan kepada kita, ketika kita berpuasa dengan iklas karena Allah SWT.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Dengan kesungguhan yang kita lakukan semoga kita diberikan ampunan oleh Allah swt.

Agar kita tidak merugi karena telah melewati bulan Ramadhan tanpa Ampunan dari Allah swt.

Allahu akbar 3x, walilahilham
Alhamdulillah, dengan Ridho Allah kita kembali suci di awal Bulan Syawal ini,
Gembira ria menyambut hari yang fitri, seolah mendapatkan semua nikmat di muka bumi, tak hanya anak anak yang bahagia ria karena baju baru dan mainan nya, tapi orang tua pun juga bahagia karena bisa jumpa dengan sanak saudara.

Sahabat Literasi yang dimulyakan Allah swt.
Jangan sampai kebahagiaan di awal bulan ini, membuat kita lalai untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jangan sampai Ibadah ibadah yang kita lakukan secara maksimal dan baik, hanya kita lakukan di Bulan Ramadhan saja, meskipun disaradi bahwa di Bulan Ramadhan itu Rahmat Allah sangat luar biasa, tapi jangan sampai kita hanya numpang Beriman di bulan Ramadhan saja, tapi tidak kita bawa perbekalan di bulan Ramadhan untuk bulan bulan selanjutnya sampai datang bulan ramadhan lagi.

Sahabat Literasi,
Sebagai salah satu output daripada Iedul Fitri adalah kita bisa mengembalikan lagi sesuatu kepada Fitrahnya.

Manusia fitrahnya adalah hamba, dan Rabbnya adalah Allah SWT.
Allah swt Berfirman dalam QS. Al-A’raf : 172 ,


Artinya :Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Sebagaimana dijelaskan oleh ayat di Atas, bahwa fitrah nya manusia adalah sebagai hamba, dan Allah adalah Rabbnya.

Dan juga dengan mengembalikan semua yang ada dalam tubuh kita untuk kembali digunaka sebagaimana fitrahnya, agar diri kita benar-benar menjadi Fitri kembali.

Terkakhir marilah kita muhasabah diri dengan ayat ini, agar kita bisa mengerti bagaimana seharusnya diri kita ketika kita kembali menjadi fitri.


   
Artinya : “dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Qs Al-A’raf : 179)

Semoga dengan pendidikan yang diberikan oleh bulan Ramadhan, diri kita terhindar dari manusia-manusia yang di gambarkan oleh ayat di atas. Dan kita bisa menjadi manusia sebagaimana fitrahnya aamiin.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Adab seharusnya Kepada Kedua Orang Tua

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab adalah suatu bentuk tindakan terhadap orang lain, baik berupa tindakan buruk maupun tindakan baik. Adab kita kepada orang lain tentunya sangat perlu dijaga, terlebih adab kita kepada kedua orang tua kita.

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita, mereka orang yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang ini. Orang yang tidak pernah lelah mendidik, menjaga dan bahkan senantiasa memaafkan semua kesalahan yang kita perbuat. Oleh sebab itu perlu nya kita membalas budi mereka yang pada hakikatnya apa yang kita berikan tidak akan bisa membalas apa yang mereka perbuat kepada kita. Dalam hal yang paling kecil adalah bagaimana kita memperlakukan kedua orang kita atau bagaimana adab kita kepada beliau.

Dalam islam, adab kita terhadap kedua orang tua sangatlah diatur, bahkan sampai – sampai Allah mengaitkan hak kedua orang tua dengan hak diri-Nya yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Allah berfirman :
QS.A-Isra’ : 23 -24
Artinya :(23) Dan Tuhanmu t…

Bagaimana Menyambut Ramadhan ?

Bagaimana Menyambut Ramadhan ? Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamduillah, segala puji bagi Allah swt, Rabb bumi dan langit, yang maha mengetahui sesuatu yang ada di langit, di bumi, dan diantara keduanya, yang tampak maupun yang tidak nampak.
Apa kabar sahabat TiBan (Tinta Peradaban) ?
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt, dari semua hal yang bisa membatalkan keimanan kita kepada Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang berbuka dan berpuasa, shalat malam dan tidur, yang menegakkan daulah islamiyah dan meruntuhkan daulahberhala, yakni Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa teguh meniti jalan yang telah dicontohkan oleh beliau, agar kita semua bisa selamat sampai tempat tujuan yang sangat mulia, dan tidak ada tandingannya, yaitu Surganya Allah swt.
Allah swt berfirmam :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b…

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA Oleh : Yahya Abidurrahman


Keluarga merupakan satu diantara sekian banyak perhiasan dunia yang bandingannya tiada tara. Maka, Memiliki anggota keluarga yang lengkap merupakan dambaan setiap insan. Keluarga merupakan aset mahal, karena dari keluargalah peradaban dimulai dan dari keluargalah seseorang memiliki identitas social baik kedudukan ataupun pangkat yang akan dimiliki seseorang sehingga manusia yang hidup mampu mengenali dan bertahan hidup serta dihargai dan diterima dilingkungan sosialnya.

Terkadang betapa mahalnya keluarga sampai digambarkan oleh orang jawa dalam istilah yang sering kita dengar “mangan ora mangan sing penting kumpul” begitu pentingnya makna keluarga ketimbang sesuap makanan bagi suku jawa.

Disisi lain Keluarga merupakan institusi pertama (madrosatul ula) yang dikenal dan digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengenali dan mengenalkan serta untuk mengetahui dan memberitahu tentang pembelajaran dasar menyoal…