Kamis, 13 Juni 2019

Ramadhan Selesai, bukan berarti Ibadah Usai


Ramadhan Selesai bukan berarti Ibadah Usai
oleh : Zaid Al-Husna


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa Kabar sahabat Literasi ?

Alhamdulillah, semoga kita selalu dalam naungan Hidayah Allah SWT.

Ramadhan telah berlalu, dengan nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, berupa kesempatan mendapati bulan Ramadhan,
Ramadhan telah berlalu, dengan semua ibadah yang telah kita lakukan sungguh-sungguh, dan berharap kita bisa mendapatkan ampunan yang Allah janjikan kepada kita, ketika kita berpuasa dengan iklas karena Allah SWT.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Dengan kesungguhan yang kita lakukan semoga kita diberikan ampunan oleh Allah swt.

Agar kita tidak merugi karena telah melewati bulan Ramadhan tanpa Ampunan dari Allah swt.

Allahu akbar 3x, walilahilham
Alhamdulillah, dengan Ridho Allah kita kembali suci di awal Bulan Syawal ini,
Gembira ria menyambut hari yang fitri, seolah mendapatkan semua nikmat di muka bumi, tak hanya anak anak yang bahagia ria karena baju baru dan mainan nya, tapi orang tua pun juga bahagia karena bisa jumpa dengan sanak saudara.

Sahabat Literasi yang dimulyakan Allah swt.
Jangan sampai kebahagiaan di awal bulan ini, membuat kita lalai untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jangan sampai Ibadah ibadah yang kita lakukan secara maksimal dan baik, hanya kita lakukan di Bulan Ramadhan saja, meskipun disaradi bahwa di Bulan Ramadhan itu Rahmat Allah sangat luar biasa, tapi jangan sampai kita hanya numpang Beriman di bulan Ramadhan saja, tapi tidak kita bawa perbekalan di bulan Ramadhan untuk bulan bulan selanjutnya sampai datang bulan ramadhan lagi.

Sahabat Literasi,
Sebagai salah satu output daripada Iedul Fitri adalah kita bisa mengembalikan lagi sesuatu kepada Fitrahnya.

Manusia fitrahnya adalah hamba, dan Rabbnya adalah Allah SWT.
Allah swt Berfirman dalam QS. Al-A’raf : 172 ,


Artinya :Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Sebagaimana dijelaskan oleh ayat di Atas, bahwa fitrah nya manusia adalah sebagai hamba, dan Allah adalah Rabbnya.

Dan juga dengan mengembalikan semua yang ada dalam tubuh kita untuk kembali digunaka sebagaimana fitrahnya, agar diri kita benar-benar menjadi Fitri kembali.

Terkakhir marilah kita muhasabah diri dengan ayat ini, agar kita bisa mengerti bagaimana seharusnya diri kita ketika kita kembali menjadi fitri.


   
Artinya : “dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Qs Al-A’raf : 179)

Semoga dengan pendidikan yang diberikan oleh bulan Ramadhan, diri kita terhindar dari manusia-manusia yang di gambarkan oleh ayat di atas. Dan kita bisa menjadi manusia sebagaimana fitrahnya aamiin.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh







1 komentar: