Jumat, 26 April 2019

Memahami Hakikat Hidayah

MEMAHAMI HAKIKAT HIDAYAH
(Noer Ar-Rasyid)




Assalamualaikum Sahabat tinta peradaban, Bagaimana Kabarnya??? Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Pada kesempatan kali ini tinta peradaban akan membahas hal yang sederhana namun seringkali kita lupa untuk mensyukurinya yaitu perkara hidayah. Mari disimak sahabat tinta peradaban bagaimana seharusnya kita menjadikan hidayah suatu yang sangat penting bagi kita.

1.      Apa Itu Hidayah
Hidayah merupakan suatu sebab kebaikan yang diberikan Allah SAW kepada kita, sehingga kita menjadi orang yang sangat beruntung jika bisa mendapatkan nya. Karena kebaikan atau keselamatan sebenarnya didunia maupun diakhirat sangat bergantung dengan hidayah yang Allah berikan kepada kita.
Allah berfirman:


 Artinya :“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, Maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Aaraf : 178)


Artinya:“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan Barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya”. (QS. Al-kahf : 17)


2.      Pentingnya Hidayah Bagi Manusia
Dari dua firman Allah SAW diatas kita sedikit nya sudah memahami bahwa suatu kerugian yang amat besar jika hidayah itu tak bisa kita dapatkan. Karena itu dalam syariat kita sholat kita senantiasa untuk meminta hidayah yaitu dalam surat Al-Fatihah.

Artinya :
“ Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus” (QS. Al-Fatihah : 6)
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik


 Kemudian Ibnu Katsir berkata kenapa soerang muslim senantiasa meminta hidayah diwaktu sholat, siang dan malam hari, tua maupun muda. Karena sejatinya kalaulah bukan karena kebutuhan seorang mukmin di siang dan malam untuk memohon hidayah maka Allah tidak akan memerintahkan hal itu kepadanya. Karena sesungguhnya seorang hamba di setiap waktu dalam keadaan sangat membutuhkan pertolongan Allah Ta’ala untuk menetapkan dan meneguhkan dirinya di atas hidayah-Nya, juga membukakan mata hatinya, menambahkan kesempurnaan dan keistiqamahan dirinya di atas hidayah-Nya.Sungguh seorang hamba tidak memiliki (kemampuan memberi) kebaikan atau keburukan bagi dirinya sendiri kecuali dengan kehendak-Nya, maka Allah Ta’ala membimbingnya untuk (selalu) memohon kepada-Nya di setiap waktu untuk menganugerahkan kepadanya pertolongan, keteguhan dan taufik-Nya.


3.      Apakah Hidayah Hanya Untuk Beberapa Orang Saja?
Di sekitar kita pasti sering melihat bahwa banyak orang yang menunda untuk berubah menjadi lebih baik dengan alasan belum mendapat hidayah. Bagaimana menurut sahabat tinta peradaban apakah benar kalau belum mendapatkan hidayah?
Dalam paparan singkat yang diberikan ust Adi hidayat lc mengenai tema Hidayah insyaAllah akan menjelaskan permasalahan diatas. Hidayah merupakan suatu hal yang pasti diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya walaupun itu kepada Hamba-Nya yang sangat dzolim seperti fir’aun,
Allah berfirman :

Artinya :“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut". (QS. Taha : 43-44)


Dalam ayat diatas menerangkan bahwa fir’aun telah di berikan suatu hidayah bahkan melalui dua orang Nabi Musa dan Nabi Harun sekaligus namun karena kesombongan nya fir’aun menutup diri dari dan enggan menerima nya. Sehingga fir’aun diberi Azab di tenggelamkan Allah di laut merah, bayangkan fir’aun pernah berbuat membunuh bahkan melakukan dosa terbesar yaitu berbuat syirik yaitu mengaku sebagai tuhan. Bagaimana mungkin Allah SWT tak memberikan hidayah kepada hamba-Nya, hanya saja persoalannya adalah mau atau tidak kita menerima hidayah itu.

Seperti itulah paparan yang bisa tinta peradaban jelaskan mengenai Memahami Hakikat Hidayah. Semoga Allah mengistiqomahkan kita berada dijalan yang haq.   

Sekian penjumpaan kita kali ini Sahabat Tinta Peradaban. Terimakasih sudah menyempatkan waktu nya untuk membaca. Semoga tulisan yang kami berikan bisa bermanfaat bagi kawan tinta peradaban dan jangan lupa share ke teman-teman yang lain supaya lebih banyak yang tau lebih banyak pahala yang di dapatkan.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..



Catatan Kaki:
1. Al-Quran 
2. Kitab "Tafsir Ibnu Katsir"

0 komentar:

Posting Komentar