Langsung ke konten utama

Adab dan Sunah Ketika Berpuasa


Adab dan Sunah Ketika Berpuasa
Oleh : Zaid Al-Husna



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa kabar Sahabat Tinta Peradaban ?,
Alhamdulillah sekarang kita sudah berada di Akhir bulan Rajab 1440 Hijriah, yang insyaallah 1 bulan lagi kita akan menjumpai bulan yang sangat mulia dan sangat dinanti oleh seluruh umat islam di dunia, yakni bulan Ramadhan. Dan semoga kita disampaikan untuk menjumpai nya, dan beribadah dengan baik di bulan Ramadhan.

Salah satu hal yang tak mungkin akan hilang ketika membicarakan bulan Ramadhan adalah puasa di bulan itu, sebagaimana yang telah kita bahas di artikel sebelumnya mengenai Kewajiban dan Keutamaan puasa Ramadhan. Yang tentunya itu menjadi landasan kita dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dan dalam kesempatan yang indah ini, kita masih melanjutkan pembahasan mengenai Puasa Ramadhan, yakni mengenai sunnah dan adab dalam berpuasa. Yang tentunya dengan sunnah dan adab ini, bisa menjadikan puasa kita lebih greget dan insyaallah bisa menjadi penyempurna puasa Ramadhan. aamiin

Adapun Sunnah dan Adab dalam berpuasa adalah sebagai berikut :

1.      Sahur, berbuka dan berdo’a.
a.) Menunaikan Sahur.
Nah, bagi sahabat TiBan yang masih sering nggak sahur, terutama anak kost, mungkin hadist ini bisa membuat kita semangat untuk menunaikan Sahur.
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda :
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً”Bersahurlah karena di dalam sahur itu adalah berkah.” (muttafaq ’alaihi)
b.) Menyegerakan berbuka.
Kalau sudah waktunya berbuka, jangan ditunda-tunda ya. hehe
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda :
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
”Manusia senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka.” (muttafaq ’alaihi)
c.) Berbuka dengan beberapa Kurma atau menenggak seteguk air sebelum menunaikan shalat.
 Hadits Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تُمَيْرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٍ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
”Adalah Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam berbuka sebelum menunaikan sholat dengan beberapa ruthob (kurma basah), dan apabila tidak memiliki ruthob beliau berbuka dengan beberapa tamr (kurma kering), dan apabila tidak memiliki tamr beliau berbuka dengan menenggak seteguk air.” (Shahih¸ HR Turmudzi).
d.) Berdo’a ketika berpuasa, do’anya tidak tertolak.
Sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam :
ثَلاثٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ ، وَ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
”Tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka, yaitu : seorang yang berpuasa ketika berbuka, seorang imam yang adil dan do’a orang yang teraniaya.” (Shahih, HR Turmudzi dan selainnya).
e.) Ucapan ketika berbuka.
Adalah Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam apabila berbuka, beliau mengucapkan :
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
”Telah sirna dahaga dan telah basah urat-urat serta telah ditetapkan pahala dengan kehendak Alloh.” (Hasan, HR Abu Dawud).
2.      Perbanyaklah berdzikir kepada Alloh, mem-baca dan mendengar Al-Qur`an, men-tadabburi maknanya dan mengamalkannya, dan pergilah ke Masjid-Masjid untuk men-dengarkan pengajian-pengajian yang bermanfaat.

3.      Perbanyak sedekah terhadap kerabat dan orang-orang yang papa, kunjungilah karib keluarga dan berbuat baiklah terhadap musuh. Jadilah orang yang berhati lapang lagi mulia. Sungguh Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam adalah orang yang paling lapang dengan kebaikan dan yang paling murah hati perbuatannya di Ramadhan. (Lihat HR. Al-Bukhariy no.1902)

4.      Tidak berlebih-lebihan di dalam makan 
dan minum ketika berbuka, sehingga dapat menyia-nyiakan faidah puasa dan memperburuk kesehatan diri kita sendiri. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda :
مَا مَلَأَ ابْنُ آدَمُ وِعَاءً شَرً مِنْ بَطْنِهِ
”Tidaklah Ibnu Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya.” (Shahih, HR Turmudzi).
5.      Jangan pergi ke bioskop dan janganlah menonton televisi yang bisa jadi anda akan melihat sesuatu yang merusak akhlak dan menghilangkan pahala puasa.

6.      Jangan banyak begadang sehingga anda melewatkan sahur dan sholat fajar (shubuh) dan lebih utama bagi anda beraktivitas di pagi hari. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda :
اللُّهمَّ بَارِكْ لِأٌمَّتِيْ بُكُرِهَا
”Ya Alloh berkahilah umatku di pagi hari mereka.” (Shahih, HR Ahmad).
7. Menjauhi apa yang diharamkan Allah berupa kebohongan, mencela, mencaci, menipu, khianat, melihat sesuatu yang haram seperti melihat lawan jenisnya yang bukan mahramnya, mendengarkan hal yang haram seperti musik, nyanyian, mendengarkan ghibah, ucapan dusta dan sejenisnya, serta perbuatan haram lainnya yang harus dijauhi oleh orang yang sedang berpuasa dan selainnya, akan tetapi terhadap orang yang puasa lebih dikuatkan perintahnya.


Demikian adalah sunnah dan juga adab-adab ketika kita sedang berpuasa, semoga kita bisa memahami dengan seksama dan bisa menjalankannya dengan baik.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Sumber :
1.       Bulletin Al Wala wal Bara, judul asli Kewajiban, Hikmah, & Adab-adab Puasa Ramadhan,
2.       Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=987
3.       Http://Dear.To/Abusalma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Adab seharusnya Kepada Kedua Orang Tua

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab adalah suatu bentuk tindakan terhadap orang lain, baik berupa tindakan buruk maupun tindakan baik. Adab kita kepada orang lain tentunya sangat perlu dijaga, terlebih adab kita kepada kedua orang tua kita.

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita, mereka orang yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang ini. Orang yang tidak pernah lelah mendidik, menjaga dan bahkan senantiasa memaafkan semua kesalahan yang kita perbuat. Oleh sebab itu perlu nya kita membalas budi mereka yang pada hakikatnya apa yang kita berikan tidak akan bisa membalas apa yang mereka perbuat kepada kita. Dalam hal yang paling kecil adalah bagaimana kita memperlakukan kedua orang kita atau bagaimana adab kita kepada beliau.

Dalam islam, adab kita terhadap kedua orang tua sangatlah diatur, bahkan sampai – sampai Allah mengaitkan hak kedua orang tua dengan hak diri-Nya yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Allah berfirman :
QS.A-Isra’ : 23 -24
Artinya :(23) Dan Tuhanmu t…

Bagaimana Menyambut Ramadhan ?

Bagaimana Menyambut Ramadhan ? Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamduillah, segala puji bagi Allah swt, Rabb bumi dan langit, yang maha mengetahui sesuatu yang ada di langit, di bumi, dan diantara keduanya, yang tampak maupun yang tidak nampak.
Apa kabar sahabat TiBan (Tinta Peradaban) ?
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt, dari semua hal yang bisa membatalkan keimanan kita kepada Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang berbuka dan berpuasa, shalat malam dan tidur, yang menegakkan daulah islamiyah dan meruntuhkan daulahberhala, yakni Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa teguh meniti jalan yang telah dicontohkan oleh beliau, agar kita semua bisa selamat sampai tempat tujuan yang sangat mulia, dan tidak ada tandingannya, yaitu Surganya Allah swt.
Allah swt berfirmam :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b…

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA Oleh : Yahya Abidurrahman


Keluarga merupakan satu diantara sekian banyak perhiasan dunia yang bandingannya tiada tara. Maka, Memiliki anggota keluarga yang lengkap merupakan dambaan setiap insan. Keluarga merupakan aset mahal, karena dari keluargalah peradaban dimulai dan dari keluargalah seseorang memiliki identitas social baik kedudukan ataupun pangkat yang akan dimiliki seseorang sehingga manusia yang hidup mampu mengenali dan bertahan hidup serta dihargai dan diterima dilingkungan sosialnya.

Terkadang betapa mahalnya keluarga sampai digambarkan oleh orang jawa dalam istilah yang sering kita dengar “mangan ora mangan sing penting kumpul” begitu pentingnya makna keluarga ketimbang sesuap makanan bagi suku jawa.

Disisi lain Keluarga merupakan institusi pertama (madrosatul ula) yang dikenal dan digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengenali dan mengenalkan serta untuk mengetahui dan memberitahu tentang pembelajaran dasar menyoal…