Langsung ke konten utama

Perempuan Dalam Kacamata Peradaban.

PEREMPUAN DALAM KACAMATA PERADABAN
Oleh : Noer Al-Rasyid





Assalamualaikum sahabat Tinta Peradaban, Alhamdulillah kali ini tinta peradaban akan mengulas tentang isu hangat dan sangat menarik yaitu Perempuan Dalam Kacamata Peradaban.

Perempuan merupakan sosok yang sangat tak bisa luput dari pergolakan kemajuan dan kemunduran perdaban. Salah satu kata pepatah yang sangat sering kita dengar adalah :
“Baik Buruk Masa Depan Peradaban Suatu Negri Dilihat Dari Perempuannya”
Kenapa bisa seperti itu??  Yap salah satu penyebab utama karena perempuan adalah pendidik utama para generasi-generasi yang akan melanjutkan perjalan suatu negri itu. Oleh sebab itu pentingnya kita baik laki-laki maupun perempuan juga harus memahami pentingnya peran perempuan dalam keberjalan nya perdaban.

Kisah-Kisah Para Perempuan Pada Masanya

1.    Khadijah binti Khuwailid
Siapa yang tidak kenal dengan perempuan yang satu ini, beliau adalah sosok yang dalam hidupnya sangat penuh dengan tinta emas. Khadijah adalah sosok saudagar kaya raya dan juga cantik, cerdas dan mempunyai budi pekerti yang baik. Sejak beliau masuk ke dalam islam maka sepenuhnya apapun yang ada hanya untuk di gunakan semata-mata dijalan Allah. Khodijah merupakan sosok yang sangat istimewa bagi Rosulullah SAW. Beliau selalu menopang kebutuhan Rosulullah SAW pada saat tahanut(berdiam diri di goa), menjadi sosok ibu dan guru bagi anak-anak nya, orang yang pertama percaya kepada Rosulullah SAW. Hingga pada saat beliau meninggal menjadi hari kesedihan bagi Rosulullah karena begitu sayangnya Rosulullah kepada khodijah atas semua pengorbanan yang telah beliau lakukan. Sehingga nama nya selalu disanjung Rosulullah dan mendapat salam dari Allah dan jibril :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْكَ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ
Pada suatu ketika Jibril pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, ini dia Khadijah. Ia datang kepada engkau dengan membawa wadah berisi lauk pauk, atau makanan atau minuman.’ ‘Apabila ia datang kepada engkau, maka sampaikanlah salam dari Allah dan dariku kepadanya. Selain itu, beritahukan pula kepadanya bahwa rumahnya di surga terbuat dari emas dan perak, yang di sana tidak ada kebisingan dan kepayahan di dalamnya.’” (HR. Bukhari, no. 3820 dan Muslim, no. 2432)


2.    Fatimah al-Fihri
Sosok kedua ini pun tak kalah berjasa bagi kemajuan peradaban akibat dari karya yang telah beliau berikan. Fatimah al-Fihri merupakan perempuan yang mencetuskan hadirnya universitas pertama di dunia. Universitas al-Qarawiyin adalah hasil catatan karya yang beliau sumbang kan dalam dunia pendidikan. Dalam sejarah perjalanan Universitas al-Qawariyin telah menghasilkan nama-nama yang sangat luar biasa dengan keilmuannya salah satu diantaranya adalah Ibnu Khaldun.

Dari kisah mereka kita dapat mengambil banyak sekali pelajaran. Dimulai perjuangan yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh Khadijah dan juga berkat ide Fatimah al-Fihri dunia pendidikan mengalami kemajuan yg signifikan. Sehingga dari pemamparan diatas memang sosok perempuan tak bisa di pandang sebelah mata dalam kacamata pembangunan peradaban. Dan bagaimana potret kehidupan pada era ini, banyak sekali kemunduran moral dan tindakan menyimpang telah terjadi pada masyarakat. Oleh karena itu perlu nya kita memfokuskan diri utk sedikit melihat sumber permasalahan itu ada pada sosok perempuan nya.

Kesalahan – Kesalahan yang Terjadi pada Perempuan
1.    Faham ideology kesetaraan (feminism)
Faham ini mulai banyak di dengung-dengungkan dan bahkan semakin banyak para perempuan yang sepakat. Ideology feminisme adalah pemahaman tentang kesetaraan gender baik laki-laki dan perempuan. Akibat kecil bagi para perempuan yang sepakat dengan ideology feminism yaitu rusak nya rumah tangga karena perempuan tidak lagi menjadi makmum namun sama derajatnya dengan suami dan masih banyak lagi. Dan akibat terbesarnya adalah rusaknya para generasi penerus peradaban dengan adanya ideology tersebut.
2.    Perempuan adalah tulang rusuk

  
Artinya :
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[1] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[2], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
( QS An-Nissa : 1)

Jarang sekali perempuan yang paham bahwa dirinya adalah tulang rusuk dari pasangan nya sehingga rasa saling melengkapi dan menjaga masih sangat rendah.

3.    Tidak faham pendidikan anak (Tarbiyatul Aulad)
Sosok perempuan adalah sekolah pertama bagi semua anak jika dalam pendidikan awal seorang ibu tidak membekali nya dengan ilmu yang cukup maka akan terjadi banyak sekali penyimpangan yang terjadi pada anak. Layaknya bangunan yang tinggi jika pondasi nya tak kuat maka akan roboh bangunan itu begitupun dengan seorang anak jika tak di bekali ilmu yang cukup.
 
Maka jadilah perempuan peradaban yang mampu menopang keberlangsungan peradaban dengan gagasann dan karya. Perempuan memanglah sosok yang lemah namun di kelemahan itu ada kelebihan yang Allah turun kan kepada perempuan. Masihkah kita ingat sosok pahlawan pembebas Palestina yang luar biasa yaitu Salahudin Al-ayubi. Beliau lahir dari sosok perempuan sederhana bukan kalangan bangsawan maupun orang yang banyak harta. Namun dia adalah perempuan yang memliki cita-cita yang tinggi yaitu bagaimana bisa bertemu dengan sosok laki-laki yang bisa mendidik anak nya sebagai pembebas palestina dan mempersiapkan dirinya dengan bekal ilmu yang memadahi. Maka tidak salah jika generasi yang dihasilkan menjadi sosok pembebas palestina karena memang seperti itulah Salahudin di didik oleh ibunya.
Jika ingin melihat apa yang akan terjadi pada generasi muda di masa yang akan datang, maka lihatlah bagaimana keadaan perempuan-perempuan saat ini, karena kebesaran pemuda di masa yang akan datang, adalah sebuah hasil dari proses berfikirnya perempuan-perempuan saat ini (Zaid Al-Husna)

Footnote :
[1] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[2] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

           


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Adab seharusnya Kepada Kedua Orang Tua

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab adalah suatu bentuk tindakan terhadap orang lain, baik berupa tindakan buruk maupun tindakan baik. Adab kita kepada orang lain tentunya sangat perlu dijaga, terlebih adab kita kepada kedua orang tua kita.

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita, mereka orang yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang ini. Orang yang tidak pernah lelah mendidik, menjaga dan bahkan senantiasa memaafkan semua kesalahan yang kita perbuat. Oleh sebab itu perlu nya kita membalas budi mereka yang pada hakikatnya apa yang kita berikan tidak akan bisa membalas apa yang mereka perbuat kepada kita. Dalam hal yang paling kecil adalah bagaimana kita memperlakukan kedua orang kita atau bagaimana adab kita kepada beliau.

Dalam islam, adab kita terhadap kedua orang tua sangatlah diatur, bahkan sampai – sampai Allah mengaitkan hak kedua orang tua dengan hak diri-Nya yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Allah berfirman :
QS.A-Isra’ : 23 -24
Artinya :(23) Dan Tuhanmu t…

Bagaimana Menyambut Ramadhan ?

Bagaimana Menyambut Ramadhan ? Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamduillah, segala puji bagi Allah swt, Rabb bumi dan langit, yang maha mengetahui sesuatu yang ada di langit, di bumi, dan diantara keduanya, yang tampak maupun yang tidak nampak.
Apa kabar sahabat TiBan (Tinta Peradaban) ?
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt, dari semua hal yang bisa membatalkan keimanan kita kepada Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang berbuka dan berpuasa, shalat malam dan tidur, yang menegakkan daulah islamiyah dan meruntuhkan daulahberhala, yakni Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa teguh meniti jalan yang telah dicontohkan oleh beliau, agar kita semua bisa selamat sampai tempat tujuan yang sangat mulia, dan tidak ada tandingannya, yaitu Surganya Allah swt.
Allah swt berfirmam :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b…

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA Oleh : Yahya Abidurrahman


Keluarga merupakan satu diantara sekian banyak perhiasan dunia yang bandingannya tiada tara. Maka, Memiliki anggota keluarga yang lengkap merupakan dambaan setiap insan. Keluarga merupakan aset mahal, karena dari keluargalah peradaban dimulai dan dari keluargalah seseorang memiliki identitas social baik kedudukan ataupun pangkat yang akan dimiliki seseorang sehingga manusia yang hidup mampu mengenali dan bertahan hidup serta dihargai dan diterima dilingkungan sosialnya.

Terkadang betapa mahalnya keluarga sampai digambarkan oleh orang jawa dalam istilah yang sering kita dengar “mangan ora mangan sing penting kumpul” begitu pentingnya makna keluarga ketimbang sesuap makanan bagi suku jawa.

Disisi lain Keluarga merupakan institusi pertama (madrosatul ula) yang dikenal dan digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengenali dan mengenalkan serta untuk mengetahui dan memberitahu tentang pembelajaran dasar menyoal…