Sabtu, 16 Maret 2019

Kewajiban dan Keutamaan Puasa Ramadhan



KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

Assalamualaikum kawan tinta peradaban, kali ini tinta peradaban akan mengulas tentang materi yang sangat menarik yaitu Puasa Ramadahan. Sangat sering kita dengar memang untuk materi satu ini, namun disini tinta peradaban akan mengulas lebih rinci terkait kewajiban dan keutamaan nya terlebih dahulu. Silahkan disimak kawan tinta peradaban.

Puasa dalam kaidah bahasa di sebut juga “menahan” yang kemudian puasa bisa diartikan suatu ibadah untuk menahan diri kita dari apa-apa yang membatalkan nya dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Bagi seorang muslim ibadah puasa sudah tidak asing lagi karena puasa merupakan suatu ibadah yang sangat banyak perintah dan anjuran nya baik dalam dalam Al-quran ataupun dalam hadist bahkan salah satu dari Rukun Iman. Mari kita simak ayat dan hadist sebagai berikut :

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ أَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةُ طَعَامٌ مِسْكِيْنٌ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تـَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ َتــعْلَمُوْنَ    شَهْرُ مَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كاَنَ مَرِيْضًا أَوْ علَىَ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَياَّمٍ أُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتــكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوْا اللهَ علَىَ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.  (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS al-Baqoroh : 183-185)

Faidah ayat diatas menurut Syekh M. Jamil Zainu dalam kitab Bekal – Bekal Ramadhan
1.    Puasa di wajibkan atas kaum muslim seperti Allah mewajibkan puasa kepada kaum sebelum mereka,
2.    Memperoleh tingkat orang yang bertakwa untuk orang yang berhasil menjalankan puasa,
3.    Puasa itu di hari-hari spesifik namun tak lebih dari 30 hari,
4.    Untuk orang sakit dan musafir (berpergian) boleh tidak puasa dan wajib menggantinya (qodho’),
5.    Wajib bagi mukallaf (orang yang sudah berkewajiban) yang mendapati bulan ramadhan,
6.    Syariat Allah yang samhah (toleran/lapang) dan mudah jauh dari kesukaran dan kesulitan,
7.    Mengagungkan nikmat Allah dengan bertakbir pada hari ‘ied,
Dalam penjabaran diatas kita dapat ketahui bahwa ibadah puasa ramadhan adalah kewajiban bagi setiap muslim. Oleh sebab itu maka kita harus mempersiapkan puasa ramadhan ini baik secara fisik maupun keilmuan supaya mendapat apa yang dijanjikan Allah yaitu menjadi orang – orang yang bertakwa.
Selain hukum puasa ramadhan adalah kewajiban, ternyata banyak sekali keutamaan dalam melakukan ibadah puasa ramadhan. Untuk itu perlu nya juga kita mengetahui apa saja keutamaan puasa ramadhan supaya semangat kita berpuasa lebih bulat lagi.

Keuataman Puasa Ramadhan :
1.    Pahala yang di berikan bagi orang berpuasa akan di berikan langsung oleh Allah SWT,
2.    Mendapat dua kebahagian yaitu saat berbuka dan saat bertemu rabb-Nya,
3.    Bau mulut orang berpuasa itu adalah lebih harum disisi Allah di bandingkan harum kasturi 

Dasar Hadist :



 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلى مَا شَاءَ اللَّهُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Artinya :
”Setiap amal bani Adam dilipatgandakan, kebaikan diganjar sepuluh kali lipat yang sepadan dengannya hingga sampai seratus kali lipat, bahkan hingga sampai kepada apa yang Alloh kehendaki. Alloh Azza wa Jalla berfirman : kecuali puasa, karena se-sungguhnya puasa itu untukku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwat dan makannya hanya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan tatkala ia berbuka dan kegembiraan tatkala ia bertemu dengan Rabb-nya. Sungguh bau mulut seorang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Alloh dibandingkan harumnya kesturi.” [muttafaq ’alaihi].
4.    Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya terdahulu
Dasar hadist :
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya :
”Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan ihtisab (mengharap balasan dari Alloh) maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” [Muttafaq ’alaihi].
5.    Dibuatkan pintu surga khusus bagi orang - orang yang berpuasa
Dasar Hadist :
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Artinya :
”Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan ar-Royyan. Orang-orang yang berpuasa masuk darinya pada hari kiamat, dan tidak ada seorangpun selain mereka yang dapat memasukinya. Apabila mereka (orang-orang yang berpuasa, pent.) telah memasukinya pintu tersebut ditutup, dan tidak ada lagi seorangpun yang dapat memasukinya.” [Muttafaq ’alaihi].
6.    Amalan yang memasukkan kedalam surga
Dasar Hadist :
Dari Abi Umamah beliau berkata : Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam dan aku berkata :
مُرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
”Tunjukkan padaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga.”
Beliau menjawab :
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ
”berpuasalah karena tidak ada yang sepadan dengannya.”
Kemudian aku mendatangi beliau kedua kalinya, beliau tetap berkata :
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ
”Berpuasalah”. [Shahih, HR Ahmad].
7.    Puasa dapat menjadi syafaat di hari Akhir
Dasar hadist:
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ
”Puasa dan Al-Qur`an memberikan syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, sesungguhnya aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah dia syafa’at karenaku.” [Shahih, HR Ahmad dan selainnya].

Wah ternyata banyak sekali keutamaan kita ketika berpuasa oleh sebab itu mari kita sama – sama istiqomah kan ibadah puasa kita. Dan semoga saja Allah meridhoi kita untuk menjadi hamba – hamba yang bertaqwa dan dimasukkan kedalam Jannah-Nya.

Sekian penjumpaan kita kali ini dalam materi KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN PUASA. Terimakasih sudah menyempatkan waktu nya untuk membaca. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat bagi kawan tinta peradaban dan jangan lupa share ke teman-teman yang lain.

See you next time. Wasalamualaikum wr wb

NOTE :  Jangan lupa untuk berlangganan, agar anda bisa melihat update artikel terbaru Tinta Peradaban.

1 komentar: