Langsung ke konten utama

Kenapa Kita Harus Shalat ?



Kenapa Kita Harus Shalat ?
Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa kabar sahabat Tinta Peradaban (TiBan) ?
Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah swt, dan selalu berada di jalannya dengan mengikuti sunah-sunah Rasulullah saw, yang telah diajarkan-nya kepada kita semua.
Kali ini TiBan ingin membahas mengenai Shalat , mungkin diantara kita sudah banyak yang paham mengenai urgensi Shalat (dalam hal ini adalah shalat wajib) , kenapa harus shalat dan lain sebagainya. Namun ada juga diantara kita yang mungkin belum menyadari mengenai urgensi shalat, dan masih tak jarang meninggalkan nya. Oleh karena itu, di sini tim TiBan ingin membahas “Kenapa Kita Harus Sholat ?”.
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Pengertian SHALAT

Sebagimana yang telah kita pahami bersama, shalat adalah sebuah tindakan atau perbuatan Ibadah yang dilakukan secara berulang-ulang setiap hari sesuai dengan waktu yang telah ditentukannya, adapun bentuk kegiatannya, diawali dari Takbir, ruku’, sujud, hingga Salam. Dalam 1 hari ada 5 kali waktu shalat wajib, yaitu Maghrib, Isya, Subuh, Zuhur dan Ashar.

Adapun dalam bahasa shalat diartikan sebagai sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Rabbnya. Nabi Muhammada saw bersabda :


Artinya :
Sesungguhnya apabila salah seorang menunaikan shalat, maka dia bermunajat (berbisik) kepada Rabbnya.[1]

Jika shalat diartikan sebagai sarana komunikasi antara hamba dan Rabbnya, yang mana dengan komunikasi itu kita akan menjadi lebih dekat kepada Allah swt, dengan menjalankan komunikasi selama 5 kali dalam 1 hari, tentunya hubungan kita kepada Allah swt akan lebih dekat. Dan kedekatakan kita kepada Allah swt adalah hal yang selalu kita inginkan.

Perintah Shalat dan Hukum Shalat 5 waktu

Mungkin diantara kita masih ada yang belum menyadari tentang perintah shalat dan hukum shalat lima waktu, sehingga shalat dan juga shalat 5 waktu tidak manjadi pokok ibadah, melainkan hanya sebatas ibadah biasa, yang dinilai bila tidak dilakukan tidak apa-apa dan tidak mendapat dosa.
Namun, apakah benar demikian ?
Coba kita lihat beberapa ayat di bawah ini, yang insyaallah membantu kita untuk memahami dan meyakini tentang perintah shalat dan kewajiban shalat 5 waktu.

Allah swt berfirman :



Artinya :
Maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa) Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (Qs. An-nisa : 103)

Dengan ayat di atas Ibnu ‘Abbas berkata "yaitu difardhukan", Dia juga berkata: " Sesungguhnya shalat memiliki waku seperti waktu  haji." . Dengan makna bahwa shalat telah ditentukan waktunya, dan bukan sembarangan apalagi serampangan dalam melaksanakan shalat.

Allah swt berfirman :
  


Artinya :
Peliharalah semua shalat dan shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Qs. Al-Baqarah : 238)

Allah Ta'ala telah memerintahkan kepada kita semua untuk memelihara semua shalat pada waktunya masing-masing, memelihara ketentuannya dan kita  mengerjakannya tepat pada waktunya. Sebagaimana yang telah ditegaskan dalam kitab Shahihain, dari Ibnu Mas'ud, ia menceritakan :

“ Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw, tentang manakah amal yang paling utama, lalu beliau bersabda, “shalat tepat pada waktunya”.[2]

Shalat juga merupakan rukun iman yang kedua sebagai dasar kedua dari dasar-dasar Islam sebagai landasan orang-orang yang beriman. Seperti yang diceritakan Rasulullah dalam sabdanya :


Artinya :
“Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji di Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan[3].

Dan yang sudah kita tunggu adalah mengenai kewajiban menjalankan shalat lima waktu.
Rasulullah saw bersabd, yang artinya :

“Lima shalat yang diwajibkan oleh Allah atas para hamba-Nya, barang siapa melakukannya tanpa meyia-nyiakan sedikitpun dan meemehkan hak shalat-shalat tersebut, maka baginya janji Allah untuk dimasukkan ke dalam surga. Dan barang siapa tidak melakukannya, maka tidak ada baginya janji Allah . Jika Allah berkehendak, maka Allah mengampuninya”.[4]


Maksud daripada lima shalat yang disebut di atas adalah shalat isya’, zuhur, maghrib, subuh dan ashar. Dengan ayat diatas sudah nampak jelas bahwa hukum shalat 5 waktu adalah wajib.


Maka orang yang meninggalkan shalat dihukum mati secara syar’i, sedangkan yang menggampangkan shalat dihukumi fasik secara pasti[5].

Hikmah Shalat

Selain daripada sarana komunikasi kepada Allah swt agar kita selalu dekat kepada-Nya, rupanya shalat juga memiliki peranan lain dalam kehipuan seorang muslim. Membersihkan dan menyucikan jiwa daripada dosa-dosa yang ada, dan juga membersihkan jiwa dari perbuatan-perbuata kejin dan fikiran-fikiran kotor manusia, dengan shalat muslim juga bisa memanagemen waktunya, karena shalat juga mengajarkan manusia untuk bisa tepat waktu. Hal yang tak kalah penting ketika muslim melaksanakan shalat secara benar, baik rukun, syarat, maupun tata carannya dan juga khusyu’, adalah shalat mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkat. Allah swt berfirman :


  
Artinya :
Dan laksanakan shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar”. (QS. Al-Ankabut : 45)


Keutamaan Shalat

Untuk menguraikan keutamaan-keutamaan shalat, cukup dengan membaca arti hadist-hadist di bawah ini :

Hadist 1 :
“Pangkal urusan ialah islam, tiangnya adalah shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad di jalan Allah”[6]

Hadist 2:
“Aku diperintah untuk memerangi orang-orang sehingga mereka bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, maka mereka telah memelihara daripada darah serta harga bena mereka, melainkan dengan hak Islam, sedang perhitungan amal mereka adalah terserah Allah”.[7]

Hadist 3 :
Sabda Nabi Muhammad saw ketika ditanya tentang manakah amal yang paling utama, lalu beliau bersabda, “shalat tepat pada waktunya”.[2]

Hadist 4 :
“Perumpamaan shalat lima waktu bagaikan sungai air tawar dan melimpah di pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia menceburkan diri ke dalamnya setiap hari lima kali. Lantas apakah kalian melihat masih ada kotoran darinya yang masih tersisa?”.
Para sahabat menjawab, “Tidak ada sama sekali.” Beliau bersabda lagi, “sungguh, shalat lima waktu dapat menghilangkan dosa-dosa sebagaimana air menghilangkan kotoran.”[8]

Hadist 5:
“Tidak ada seorang muslim pun yang datang waktu shalat wajib, lalu ia melakukan wudhu, khusyuk, dan rukuk dengan baik kecuali menjadi pelebur terhadap dosa-dosa sebelum shalat selama tidak dilakukan dosa besar di tahun tersebut sepenuhnya”.[9]



Kesimpulan

Telah banyak Ayat-ayat dan juga hadist-hadist yang telah dipaparkan di atas, shalat adalah suatu perangkat dalam Islam yang tidak bisa ditinggalkan. Menjadi rukun Iman yang kedua, menjadikan shalat sebagai salah satu langkah yang harus dilakukan untuk bisa melangkah ke rukun selanjutnya, yang akhirnya nanti bisa mengantarkan para pelakunya untuk bisa dekat dengan Allah, dengan penghambaan yang sempurna, dan juga Jannah (surga), yang tentunya didambakan oleh hambanya, baik yang sudah baik amalnya maupun yang terus mencoba untuk memperbaiki amalnya.

Rasulullah saw bersabda, yang artinya :
Batas antara seorang syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”.[10]

Dengan hadist di atas, cukuplah menjadi tamparan keras kepada kita semua mengenai Shalat, dikatakan di atas bahwa batas antara syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat, yang berarti bahwa, ketika manusia yang telah mengaku beriman, tetapi dalam shalatnya (shalat wajib) masih ada yang ketinggalan, atau tidak dikerjakan, maka manusia tersebut telah berbuat syirik dan kufur, astagfirullah, sungguh tak ada yang ingin mati dalam keadaan syirik dan berbuat kufur.

Oleh karena itu, semoga kita semua setelah memahami mengenai perintah shalat dan perintah shalat 5 waktu, hikmah, dan keutamaannya, serta ancaman bagi yang meninggalkannya, yaitu berbuat syirik dan kufur, kita bisa memperbaiki shalat kita, baik cara maupun syarat-syarat yang harus terpenuhi, dan juga terus membiasakan diri untuk tepat waktu, apalagi sampai meninggalkan shalat. Astagfirullah, semoga kita semua selalu mendapat ampunan dan dilindungi dari perbuatan-perbuatan fasik kita semua. Aamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Keterangan :
[1] HR. AL-Bukhari, Kitab; Mawaqitus Shalat
[2] HR. Imam Muslim, 284; Kitab Al-Masajid
[3] HR. Al-Bukhari, 9; Kitab; Al-iman
[4] HR. Imam Ahmad, 315, 319; Abu Dawud, 1420; dan An-Nasai, 230
[5] Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy; Kitab Minhajul Muslim
[6] HR. At-tirmidzi, 616
[7] HR. Al-Bukhari 13,
[8] HR. Imam Muslim, 284; Kitab Al-masajid
[9] HR. Imam Muslim, 7; Kitab Ath-thaharah
[10] HR. Imam Muslim, 134, Kitab; Al-iman

Sumber :
1.     Al-quran ,
2.     Kitab Hadist Rasulullah,
3.     Kitab Tafsir Ibnu Katsir,
4.     Kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
5.     Https://almanhaj.or.id/5609-arti-shalat-bagi-sorang-muslim.html.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Adab seharusnya Kepada Kedua Orang Tua

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab adalah suatu bentuk tindakan terhadap orang lain, baik berupa tindakan buruk maupun tindakan baik. Adab kita kepada orang lain tentunya sangat perlu dijaga, terlebih adab kita kepada kedua orang tua kita.

Orang tua adalah sosok yang sangat berjasa bagi kita, mereka orang yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang ini. Orang yang tidak pernah lelah mendidik, menjaga dan bahkan senantiasa memaafkan semua kesalahan yang kita perbuat. Oleh sebab itu perlu nya kita membalas budi mereka yang pada hakikatnya apa yang kita berikan tidak akan bisa membalas apa yang mereka perbuat kepada kita. Dalam hal yang paling kecil adalah bagaimana kita memperlakukan kedua orang kita atau bagaimana adab kita kepada beliau.

Dalam islam, adab kita terhadap kedua orang tua sangatlah diatur, bahkan sampai – sampai Allah mengaitkan hak kedua orang tua dengan hak diri-Nya yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim. Allah berfirman :
QS.A-Isra’ : 23 -24
Artinya :(23) Dan Tuhanmu t…

Bagaimana Menyambut Ramadhan ?

Bagaimana Menyambut Ramadhan ? Oleh : Zaid Al-husna

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamduillah, segala puji bagi Allah swt, Rabb bumi dan langit, yang maha mengetahui sesuatu yang ada di langit, di bumi, dan diantara keduanya, yang tampak maupun yang tidak nampak.
Apa kabar sahabat TiBan (Tinta Peradaban) ?
Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt, dari semua hal yang bisa membatalkan keimanan kita kepada Allah swt.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang berbuka dan berpuasa, shalat malam dan tidur, yang menegakkan daulah islamiyah dan meruntuhkan daulahberhala, yakni Rasulullah saw. Semoga kita semua senantiasa teguh meniti jalan yang telah dicontohkan oleh beliau, agar kita semua bisa selamat sampai tempat tujuan yang sangat mulia, dan tidak ada tandingannya, yaitu Surganya Allah swt.
Allah swt berfirmam :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b…

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA

POTRET QURAN TERHADAP KELUARGA YANG DI RINDUKAN SURGA Oleh : Yahya Abidurrahman


Keluarga merupakan satu diantara sekian banyak perhiasan dunia yang bandingannya tiada tara. Maka, Memiliki anggota keluarga yang lengkap merupakan dambaan setiap insan. Keluarga merupakan aset mahal, karena dari keluargalah peradaban dimulai dan dari keluargalah seseorang memiliki identitas social baik kedudukan ataupun pangkat yang akan dimiliki seseorang sehingga manusia yang hidup mampu mengenali dan bertahan hidup serta dihargai dan diterima dilingkungan sosialnya.

Terkadang betapa mahalnya keluarga sampai digambarkan oleh orang jawa dalam istilah yang sering kita dengar “mangan ora mangan sing penting kumpul” begitu pentingnya makna keluarga ketimbang sesuap makanan bagi suku jawa.

Disisi lain Keluarga merupakan institusi pertama (madrosatul ula) yang dikenal dan digunakan oleh manusia sebagai sarana untuk mengenali dan mengenalkan serta untuk mengetahui dan memberitahu tentang pembelajaran dasar menyoal…